Dalam rangka meningkatkan kreativitas siswa majalah hai, kedutaan Amerika dan radio arbes fm mengadakan acara yang dinamakan hai skulizm. Acara yang diadakan di aula MAN 2 Padang,Senin (3/11) ini benar-benar dapat menampung kreativitas siswa yang berbakat di ekskulnya masing-masing. Acara tersebut langsung dibuka oleh kepala sekolah MAn 2 Padang Drs.Ufrizaldi. Di awal acara tampil grup nasyid MAN 2 Padang yang membuat para penonton terkagum. Wajar saja karena grup ini telah mampu membawa nama sekolah ke tingkat Sumatera Barat dalam berbagai kompetisi.
Setelah itu pada penampilan kedua tampil dari kelompok puisi yang sangat indah sekali. Puisi yang dibawakan oleh Metty Jasentika memang harus diakui karena suara dan ekspresinya sangat menonjol.
Agar acara tidak membosankan tim penyelenggara juga menyediakan bingkisan menarik bagi para penonton yang berpartisipasi dalam kuis-kuis yang dapat membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.
Tim ekskul terakhir yang tampil yaitu randai. Para pemain masuk ke dalam aula dengan diiringi oleh musik khas Minang seperti Gendang,pupuik,talempong,dll. Alunan musik tersebut membuat para penonton mulai bertepuk tangan. Sorak sorai penonton semakin terlihat di saat memasuki babak babaleh pantun oleh duo pandeka yang sangat lucu sekali. penampilan tim randai selesai dengan sukses.
Setelah selesai penampilan dari tim ekskul tibalah saat-saat yang paling mendebarkan yaitu pengumuman pemenang ekskul yang paling the best. Akhirnya tim ekskul randai berhasil memperoleh kemenangan dan juga piagam dari majalah hai.
Pemberitahuan :
Bagi teman-teman yang ingin melihat artikel kunjungan tim majalah hai ke MAN 2 Padang dapat membeli majalah hai edisi minggu depan.
ditulis oleh: fadhlidzilikram_i, kelas X.2
Kamis, 06 November 2008
Hai SKULIZM
Tiga Guru Bahasa Jepang di Padang Raih Sensei Award
Tulisan ini dikutip dari http://www.indonesia.go.id
Padang - Tiga guru Bahasa Jepang di Sumatra Barat (Sumbar) memperoleh penghargaan sensei award dari Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta (UBH), Kota Padang, Sabtu (10/5).
Ketiga guru yang memperoleh perhargaan itu adalah guru MAN 2 Padang, Nursyahril, guru SMA 2 Padang Panjang, Sofyan dan guru SMA 1 Solok Nirmalayanti. Ketiganya memperoleh penghargaan dalam tiga kategori yaitu kategori pengabdian, keaktifan, dan perhatian kepada siswa.
Ketua Jurusan Sastra Jepang UBH Syahrial mengatakan, ketiganya dipilih berdasarkan kategori yang ditetapkan. Guru MAN 2 Padang, Nursyahril memperoleh perhargaan atas pengabdiannya pada profesi, guru SMA 2 Padang Panjang, Sofyan yang juga ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Jepang Sumbar memperoleh perhargaan atas keaktifannya dalam berbagai lembaga dan kegiatan berbahasa Jepang di Sumbar dan guru SMA 1 Solok Nirmalayanti memperoleh perhargaan atas perhatiannya kepada siswa.
"Pemberian penghargaan ini merupakan kegiatan yang pertama dan akan dilanjutkan pada tahun-tahun selanjutnya," katanya.
Selain menghargai prestasi para Bahasa Jepang di Sumbar, kegiatan pemberian penghargaan itu juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama para guru Bahasa Jepang dengan jurusan Sastra Jepang UBH, apalagi sebagian besar guru Bahasa Jepang di Sumbar merupakan lulusan UBH.
Jumat, 31 Oktober 2008
MAN 2 Padang Berduka
Innalillahi wa Innailaihi raji'un
Keluarga Besar MAN 2 Padang Mengucapkan turut berlangsungkawa atas telah berpulangnya ke rahmatullah salah seorang siswi MAN 2 Padang GUSTINA YUNUS 
pada :
hari : Jum'at
tanggal : 31 Oktober 2008
jam : 16.00 WIB
di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Jamil Padang.
Almarhumah akan di selenggarakan di rumah duka belakang Kantor Pos Siteba pada hari Sabtu.
Semoga Almarhumah ditempatkan ditempat terbaik di sisinya dan seluruh dosa-dosa nya diampuni dan diterima semua amal ibadahnya...
amin ya rabbal 'alamin...
Kamis, 30 Oktober 2008
Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) antar Madrasah se Sumbar 2008
MAN 2 Padang kembali dipercaya oleh Kanwil Dep. Agama Prop. Sumatera Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan event besar antar madrasah se Sumatera Barat setelah 2 tahun yang lalu sebagai tuan rumah Porseni antar Madrasah dan Pondok Pesantren se Sumatera Barat.
Berbagai macam persiapan telah dilaksanakan jauh hari sebelum acara digelar, baik dari segi persiapan pisik berupa pembenahan lingkungan sekolah di beberapa sudut, persiapan peralatan tinggal bagi kontingen yang akan menginap di lokasi MAN 2 Padang berupa bantal dan tikar, tidak kurang dari 62 bantal berhasil dikumpulkan yang berasal dari pinjaman siswa perlokalnya 10 buah. Persiapan yang tidak kalah pentingnya adalah persiapan mental baik dari panitia sekolah maupun dari para peserta yang berasal dari MAN 2 Padang yang ikut mewakili kota Padang.
Acara yang digelar dari tanggal 27 hingga 29 Oktober 2008 dibuka langsung oleh Kakanwil Dep. Agama Prop. Sumatera Barat Drs. H. Darwas bertempat di halaman MAN 2 Padang dan di hadiri oleh ribuan peserta dari 19 Kontingen per Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Acara ini ini juga dihadiri oleh para petinggi Kanwil dan anggota DPRD Prop. Sumbar Drs. H. Usman Husein yang juga merupakan sesepuh Kanwil Depag Sumbar, serta dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pendidikan Prop. Sumbar yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olah Raga.
Dalam kata sambutannya, Kepala Kanwil Dep. Agama Prop Sumbar menyampaikan, agar para peserta dapat menjadikan ajang Porseni ini sebagai pemersatu dalam Ukhwah Islamiah khususnya antar madrasah yang ada di Sumbar. Dalam acara pembukaan ditampilkan juga bacaan Asmaul Husna yang sangat menyejukkan seluruh hadirin yang dibawakan oleh Tim Asmaul Husna MTsN Model Padang yang telah meraih juara 1 dalam lomba Asmaul Husna tingkat SLTA/SLTP se kota Padang baru-baru ini. Tidak lupa juga ditampilkan atraksi kesenian dari Drumband MAN 2 Padang.
Dalam Porseni ini kembali kota Padang meraih juara umum karena peralihan medali terbanyak. Juara Futsal (MIN), cerdas cermat (MTsN Model), juara 2 penyelenggaraan Sholat Jenazah (MTsN MOdel),bidang Studi (MAN 2 )Bahasa Indonesia oleh Hilmi Juhaida, Ekonomi oleh Roland Akbar,Andika Eka Putra pada Matematika harus puas di Posisi kedua, begitu juga Suci Amalia yang meraih peringkat ketiga dalam lomba bid. Studi Bahasa Inggris serta Isharman meraih juara 3 lomba tafsir.
Semoga prestasi ini dapat dipertahankan……
Suci Amalia Raih Juara 2 Lomba KIR
Salah seorang siswi MAN 2 Padang yakni Suci Amalia, menorehkan prestasi gemilang dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja yang diadakan oleh Pusat Pengenbangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa (PPIPM) Universitas Negeri Padang. Lomba yang dilaksanakan pada hari Minggu 26 Oktober 2008 tersebut diawali dengan seminar Penulisan Karya Ilniah pada hari sebelumnya, Sabtu 25 Oktober 2008 yang diikuti oleh seluruh peserta dan guru pembimbing sekaligus pengumuman 10 besar karya tulis siswa yang akan diseleksi untuk ditampilkan dan dipresentasikan di hadapan dewan juri pada keesokan harinya (Minggu).
Setelah melewati seleksi yang ketat, maka Suci Amalia masuk diantara 10 besar karya ilmiah yang layak mengikuti lomba. Suci Amalia tampil pada urutan pertama untuk mempresentasikan karya tulisnya dan dari hasil penampilan dan penyampaian tersebut dewan juri menetapkan Suci Amalia berhasil menduduki juara 2 setelah SMA 1 Batusangkar pada posisi pertama dan SMA Xaferius mendapatkan peringkat ke tiga.
Siswi yang sekarang duduk di bangku kelas XII IPS 4 MAN 2 Padang ini sekarang juga menjabat sekretaris Umum OSIS MAN 2 Padang. Ketika ditanya komentarnya dengan hasil yang di dapat, Suci (begitu dia akrab dipanggil teman-temannya) mengatakan bahwa dia puas dengan hasil tersebut dan berusaha menjadi lebih baik lagi dengan giat berlatih dan menulis. Tidak lupa juga siswi yang gemar menulis dan membaca serta berkelana di dunia maya itu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru-guru MAN 2 Padang dan terkhusus kepada Ibu Happy Harmonis, Bapak Taslim Perdana dan Bapak Dedia Roni selaku Pembimbing yang telah banyak membantu dalam proses penulisan karya tulis tersebut.
MAN 2 Padang telah mencetak generasi muda yang tidak hanya gemar membaca,namun juga menulis. Setiap tahun, MAN 2 Padang menjuarai lomba penulisan karya ilmiah. Pada setiap proses pembuatan karya tulis, siswa tidak dikekang dalam pemilihan judul dan pengembangan proses penulisan. Guru pembimbing hanya mengarahkan, membantu dan memotivasi siswa-siswi dalam berkarya.
Semoga prestasi tersebut dapat dipertahankan dan dilanjutkan serta ditingkatkan. Semoga kaderisasi tersebut berjalan dan MAN 2 PAdang tetap berjaya dan berkarya.
Jumat, 17 Oktober 2008
Bangkit
Bangkit itu darah Palestina yang memuncrat di tembok-tembok bisu rumah,
mempertahankan jiwa dan tanah air mereka.
Bangkit itu derai air mata mereka –rakyat Palestina- yang mengguyur tanah kering yang diinjak-injak Zionis Yahudi laknatullah.
Bangkit itu nyawa Mahasiswa Trisakti yang menggelinjang, ditembak aparat keparat orde baru.
Bangkit itu gatal tangan kotor Israel yang selalu digaruk.
Tangan yang tak pernah menyetuh air.
Tangan yang selalu berlumur merah darah Palestina.
Tangan yang tak tahan melihat Palestina bebas mengepakkan-ngpakkan sayapnya, terbang bebas di angkasa.
Bangkit itu muka tembok Amerika yang tak pernah jera atau malu pada dosa,
menghancurkan mereka yang tak mau tunduk atau patuh pada perintah.
Dalih-dalih “Terorisme,” dalih-dalih “keamanan dunia.”
Setelah semua hancur berserakan, dengan sekenanya mengatakan salah sasaran,
tak sengaja, atau tak lainnya-lah.
Setelah Afganistan lebur, setelah puing-puing menjelma jalanan curam, runcing-runcing reruntuhan.
Muka tembok itu masih saja menacari-cari celah kesalahan dengan isu-isu tanpa landasan.
Bangkit itu angka, bangkit itu harga,
bangkit itu nyawa, harta dan jiwa.
Bangkit itu keringat para pahlawan yang tak henti-hentinya tumpah,
berjuang memerdekakan tanah air Indonesia dari penjajah,
walau berkalang tanah, Cut Tjak Dien yang tak pernah gentar melawan Belanda bersenjata misalanya.
Bayangkan! seorang wanita yang demi kehormatan negrinya, rela berjuang mati-matian.
Keluar hutan bergeriliya bersama sang suami Cut Ditiro, suami kedua.
Setelah suami pertama gugur di tangan kotor Belanda, Teuku Ibrahim Lamnga.
Bangkit itu butuh perjuangan.
Bangkit itu Hasan al-Bana yang terus berupaya mewujudkan tataran Islam di negerinya, Mesir. Bukan kapitalis yang di usung Barat.
Tidak mudah memang untuk melakukan itu, tapi itulah!
Demi kebangkitan, beliau rela. Harta nyawa jadi taruhan.
Beliau syahid ditembak rezim yang merasa tergerogoti eksitensinya, raja Faruk.
Bangkit itu tidak seperti durian mateng yang runtuh berjatuhan dari dahan.
Bangkit itu bukan jengkol tua yang menggelantung di pohon.
Meski tua tak pernah ia mau menyentuh tanah.
Tapi, ia harus diambil, dipanjat.
Barulah ia akan berguguran.
Bangkit itu butuh gerak dan langkah yang besar untuk menggapainya.
Hawa kemerdekaan yang dihirup saat ini, mahal harganya.
Beribu nyawa telah hilang untuknya.
Ini bukti bahwa kebangkitan itu tidak mudah.
Untuk itu sudah selayaknya bagi kita, generasi muda menghargai jarih payah mereka –para Pahlawan-.
Bangkit itu bocah dua puluh satu tahun -Muhamad al-Fatih- yang berhasil menghancurkan kekuatan imperium Romawi.
Kekuatan yang tak terkalahkan pada masanya.
Berbagai kegagalan telah ditemukan untuk membebaskan.
Tapi itulah, seorang Muhammad al-Fatih mampu menerobos pintu regol (gerbang), menginjakkan kaki di tanah kering akan Iman ini, dan shalat didalamnya.
Bangkit itu tidak seperti roda mobil yang menggelinding di aspal jalanan.
Yang bisa melaju semauanya.
itu melewati duri-duri berserak, yang mesti diinjak, jika tidak ingin kepahitan ditemukan.
Jika tidak rela kaki berlumuran darah, tunggulah! Nantilah!
sampai duri itu busuk, lapuk detelan tanah.
Jangan harap kenyataan itu akan sama dengan mimpi yang mengelayut-layut dalam memori. Karena semuanya sudah hancur berserakan.
Yang akan ditemui hanya puing-puing penyesalan yang tak ada harga lagi,
basi, busuk, layu, mati.
Mimpi itu sudah pergi.
Bangkit itu butuh keberanian dan nyali.
Bangkit itu adalah Soekarno yang dengan lantang menolak imperialisme barat dengan pernyataan tegasnya, “Go to hell with your aid!” Ia tak pernah gentar.
dia memang punya nyali, karena memang dia pemberani.
Bangkit itu terkadang juga kekejaman.
Tengoklahlah pembantaian kejam yang dilakukan Salibiyyin terhadap 40.000 umat Islam Palestina.
Mereka tega menghabisi mereka –umat Islam Palestina- yang sama sekali tak berdosa.
Tak pandang bulu. Tua-kecil. Laki-laki-wanita.
Semua dienyahkan keperut bumi.
Menyedihkan memang!
Tapi itulah, demi kebangkitan, mereka rela menghilangkan sifat ke-manusiawiannya.
Ya!
Mereka ingin menempati kembali tanah suci yang telah dibebaskan khalifah Umar bin Khatab.
Bangkit? Bisa. Tidak mudah! Butuh perjuangan! Butuh pengorbanan!
Jika ingin bangkit, harus rela semua itu, walau harus menginjak duri yang berserak.
Bangkitlah!
By: Udo Iwan
Senin, 06 Oktober 2008
Seminar Sehari dan Halal bil Halal Alumni PGA Gunung Pangilun Padang

Kabid MAPENDA Depag Sumbar Drs. Zakaria Nawar (paling kanan) mendampingi deretan Alumni PGA Gunung Pangilun St. Zaili Asril (Pimpinan Jawa Pos Padang) Prof. Dr. Azumardi Azra (Rektor UIN Jakarta) Mufrizal, SH, MH (Kepala Pengadilan Negeri Surabaya) H. Patrialis Akbar, SH (Anggota DPR-RI) Moderator (admin lupa nama beliau yg juga alumni PGA) dan Drs. Mukhlis Catio, M.Ed (Admin juga lupa jabatan beliau, pernah mendampingi siswa Indonesia dalam olimpiade tingkat dunia)

Minggu, 28 September 2008
SAMBUTLAH HARI KEMENANGAN
MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
SEMOGA DENGAN RAMADHAN TAHUN INI MEMPERTEBAL KEIMANAN DAN KETAQWAAN KITA SEMUA.
AMIN YA RABBAL'ALAMIN
Kamis, 11 September 2008
RAHMI NASKA, Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional
Berangkat pada hari Rabu tanggal 4 September 2008 didampingi oleh Guru Pembimbing Bapak Dedia Roni, S.Si dan orang tua Rahmi Naska, mereka dilepas oleh Para Pejabat Kanwil Departemen Agama Propinsi Sumatera Barat beserta Bapak kepala MAN 2 Padang Drs. Ufrizaldi sampai ke Bandara Internasional Minangkabau.
Berkat keyakinan dan persiapan yang matang yang telah di lakukan sebelum event ini berlangsung serta dibantu oleh dua orang siswa MAN 2 Padang lainnya yaitu Suci Amalia dan Iim Eldapendra, Rahmi Naska berhasil dengan gemilang mempresentasikan tulisannya dan menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan 2 orang dewan Juri yang terdiri dari 1 orang Professor dan 1 orang Doktor. Juara kedua di raih siswa dari MAN Pati Jawa Timur dan Juara 3 diraih oleh MAN 2 Pontianak Kalimantan Barat.
Rahmi berfoto bersama Pembimbing Bapak Dedia Roni, S.Si
Sebagai apresiasi dari prestasi yang telah diraih ini, Departemen Agama Pusat menghadiahkan sebuah Laptop untuk para juara dan piagam penghargaan.
Siswi Jebolan Pondok Pesantren Madinah Al Munawwarah Buya Naska tersebut sekarang duduk dikelas XII IPS 1 MAN 2
Minggu, 17 Agustus 2008
Peringatan HUT RI ke 63 di MAN 2 Padang
Hari ini, 17 Agustus 2008. 63 tahun sudah Indonesia merdeka. Mulai dari pertengahan bulan Juli lalu, OSIS dan khususnya PASKIBRA MAN 2 Padang terlihat sangat sibuk mencari kader-kader baru untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera 17 Agustus yang berjumlah 83 orang . Sejak awal bulan lalu, latihan PBB pun dimulai. Ulfi fajri, ketua OSIS dan Afdhal Rizki, ketua PASKIBRA yang juga menjadi salah satu PASKI Daerah beserta beberapa anggota PASKI lainnya dan juga ditemani oleh kakak-kakak alumni sangat serius melatih adik-adik kelas X agar mereka bisa menampilkan yang terbaik nantinya.
Pasukan Pengibar Bendera MAN 2 Padang ini layaknya seperti Pasukan pengibar Bendera di Istana Negara. Terdiri dari pasukan 8, pasukan 17 dan pasukan 45. Untuk dapat menjadi pasukan, diutamakan yang berbadan tinggi dan tegap.
Setelah diadakannya berbagai seleksi, maka terpilihlah Edelwiss Surya Kencana Putri sebagai Danton Pasukan, Syarif sebagai danton pasukan 45, Ibnu Salam mardi, Hadi Rifki Ramadhan dan M.Putra Yohanda sebagai Pasukan Tiang dan Nurul sebagai penjemput bendera. Upacara kali ini dipimpin oleh Rezi, salah satu siswa MTsN Model Padang. Sedangkan Pembina Upacara adalah Drs. H. Zakaria Nawar, Kabid. MAPENDA KANWIL DEPAG. Upacara dimulai pada jam 07.30 di Lapangan MAN 2 Padang yang diikuti oleh 3 sekolah Madrasah Terpadu yaitu siswa/I MIN (madrasah Ibtidayah negeri), MTsN Model, MAN 2 Padang beserta para guru dan karyawan/ti ketiga sekolah. Upacara menjadi semakin menarik dan meriah dengan Pasukan Pengibar Bendera yang berjumlah 83 orang serta karena adanya Drum Band MAN 2 Padang.
Setelah upacara, siswa/I MTsN Model kembali berkumpul di sekolahnya untuk mengadakan berbagai lomba. Ternyata ada yang berbeda dari MAN 2 untuk peringatan HUT RI tahun ini. Bukan siswa yang mengadakan berbagai perlombaan, tapi malah para Bapak dan Ibu guru yang membuat suasana menjadi meriah. Para Bapak Guru mengadakan perlombaan balap motor terlambat yang diadakan di lapangan sekolah. Maka terpilihlah Bapak Yuliandi, S.Pd as the winner, Bapak Dedia Roni, S.Si sebagai runner up dan Bapak Alfizar Kurniawan, S.Pd sebagai juara ketiga. Ibu Guru pun tidak mau ketinggalan. Ibu-Ibu guru juga mengikuti lomba memasukkan paku ke dalam botol yang juga dimeriahkan oleh beberapa orang siswa/i.
Akhirnya 63 tahun sudah Indonesia merdeka. Harusnya sudah banyak yang dapat dilakukan untuk menjadikan Ibu Pertiwi lebih baik, makmur, damai dan sejahtera rakyatnya. Kewajiban kita bersama khususnya generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pejuang bagsa terdahulu untuk membangun negeri.(lho koq negeri dibanguun??)
Selamat hari kemerdekaan RI ke 63, merdeka…..!!!
Written by: SA, dibantu oleh fithriana


